Penang – Kuala Lumpur (1)

Standar

Mau cerita-2 tentang perjalananku ke Malaysia, khususnya ke penang dan Kualalumpur. Ceritanya sih udah lama, sekitar akhir September, tp baru bisa posting skrg2 ini.

Perjalanan kali ini agak santai karena pesawat air asia terbang langsung dari bandung menuju ke LCCT Kualalumpur. Lumayan menghemat waktu dan tenaga dibanding bila melalui Soekarno Hatta.

Day-1, BDO-KUL- PENANG

Tepat jam 06.20 pesawat yg kami (saya dan suami)  tumpangi lepas landas menuju kualalumpur dan mendarat tepat waktu di LCCT kualalumpur jam 09.30 waktu kualalumpur (ada perbedaan waktu 1 jam lebih cepat di banding WIB). LCCT adalah low cost carrier terminal, dimana semua penerbangan low cost akan mendarat di bandara ini, bukan di KLIA. Bandaranya cukup besar dan bersih, dilengkapi dengan toko-2 duty free dan gerai-2 makanan. Walaupun ini bandara low cost, cukup banyak penerbangan internasional melalui bandara ini bahkan bandara ini beroperasi 24 jam.

 

 

 

Karena kami akan melanjutkan perjalanan ke Penang, setelah proses imigrasi dan pengambilan bagasi selesai, kami berkesempatan untuk mengelilingi LCCT sambil menunggu penerbangan selanjutnya sekitar jam 15.00. Agak-2 membosankan juga sih, menunggu sekitar 5 jam di bandara. Untungnya kami sangat menikmati perjalanan ini.

Pada saat kami menunggu, ternyata disini banyak juga wisatawan-2 dari arab Saudi dan iran. Setelah kami perhatikan ternyata air asia kualalumpur membuka rute langsung dari dan ke Teheran. Pantesan saja banyak wanita-2 bercadar hitam dan muhrimnya dibandara. Sepertinya mereka adalah pasangan-2 muda yg sedang berbulan madu. Wow….

Jam 13.00 waktu KL, counter check-in untuk penerbangan domestic ke Penang dibuka. Kami segera melakukan proses check in dan bagasi, setelah itu kami menunggu saat boarding, sambil menyempatkan makan siang karena kami pasti akan sampai sore di penang.

Jam 14.50 pesawat terbang ke penang. Kuala lumpur – Penang di tempuh hanya sekitar 45 menit, jadi sekitar jam 16.00 kami sudah berada di bandara international penang, namanya Lepas bayan. Bandaranya kecil tapi cukup lengkaplah. Tidak lupa kami mengambil beberapa brosur dan peta kota penang untuk panduan jalan jalan kami selama di penang.

Setelah selesai mengambil bagasi, kami segera menuju ke loket pembelian kupon taxi. Menurut hasil browsing, transportasi di penang tidak semudah di kualalumpur karena penang adalah kota yg relatif kecil. Dan seperti diketahui oleh semua yg pernah berkunjung ke Malaysia, taxi disana tidak seperti di

Singapore yg selalu memakai argometer, disana taxi harus tawar menawar, jadi kalau kita mau aman, belilah kupon taxi di counter yang telah disediakan dengan menyebutkan kemana tujuan kita. Selain taxi, memang ada jenis transportasi lain, yaitu bus. Tp karena pertimbangan waktu dan tenaga juga ini adalah kali pertama kami ke penang, maka kami merasa taxi adalah pilihan yg tepat untuk kami walaupun harga nya cukup mahal. Untuk tujuan kami ke Tune Hotel di jalan Burmah, kawasan George town yg merupakan pusat kota penang dan berdekatan dengan KOMTAR kami harus membayar sekitar RM42 (sekitar 120rb, kurs saat itu adalah Rp. 2.845).

Perjalanan dari airport ke hotel sekitar 30 menit. Sampai di hotel kami segera melakukan proses check-in. Kami menginap di TUNE hotel, yg dikelola oleh jaringan air asia juga dengan system pemesanan yang sama seperti penerbangan air asia.  Karena kami sudah dari jauh-2 hari melakukan booking via internet, maka kami mendapatkan harga yg cukup murah yaitu RM65 (185rb) untuk 1 malam termasuk AC 24 jam.

Oh ya, Harga kamar di Tune hotel ini tergantung dari fasilitas yg akan kita pakai. Jadi harga kamar yg ditawarkan belum termasuk pemakaian AC, fasilitas mandi (sabun, pasta gigi, handuk, dll). Karena kami sudah tahu aturan main di tune hotel, maka kami hanya mengambil fasilitas AC selama 24 jam saja. Handuk dll kami bawa sendiri. Disini tidak ada TV juga, jadi kamarnya sangat minimalis sekali, hanya pas untuk kami berdua, itupun kadang-2 kami kejedug-2 saking kecilnya kamar itu.

Terlepas dari itu semua, kami merasa apa yg kami bayar sepadan dgn yg kami dapat. Yang kami cari kan kamar tidur dan toilet yang bersih sudah kami dapatkan.

Setelah melepas penat sebentar dan membersihkan diri ala kadarnya, kami segera memulai keliling penang. Tujuan kami yang pertama adalah Batu Ferigghi. Itu adalah kawasan pantai dimana banyak terdapat hotel-2 mewah, seperti Hardrock hotel, dll. Menuju kesana kami memakai taxi yg ada di depan hotel karena karena kami tidak tahu bus no berapa yang menuju kesana. Dan karena kami sudah tau perkiraan harga taxi, kami berani menawar. Awalnya mereka menawarkan sekitar RM50, tp kami tawar sampai RM35 dan akhirnya bisa, itupun belakangan kami merasa sangat mahal karena pulangnya kami menemukan bus yg melewati tempat kami menginap, hanya sekitar RM3/org. Just info, kalau mau naik bus, jangan lupa siapkan uang kecil yg pas, karena sopir bus tidak melayani uang kembalian dan ongkos dimasukan dikotak yg diletakan didekat sopir.

Perjalanan dari hotel menuju batu ferigghi sekitar 30 menit, kami turun di seberang pantai dideretan hotel-2 mewah, dari situ kami berjalan ke pantai yang berpasir putih. Sebetulnya di Indonesia pun banyak pantai seperti batu ferigghi ini, tapi disini kami melihat pantai yang terawat bersih dan promosi yang cukup gencar sehingga pantai ini banyak dikunjungi wisatawan. Kami juga melihat kembali wisatawan-2 bercadar yg sedang bersantai di tepi pantai. Sambil berjalan menyusuri pantai, kami mencari hotel hardrock penang, ternyata hotel tsb masih jauh dari tempat kami turun taxi. Setelah bertanya-2 kami memutuskan untuk naik bus, karena ternyata hotelnya masih agak jauh bila kami berjalan kaki.

 

 

Setelah sampai di hotel hardrock kami berfoto-2 sebentar dan karena hari sudah menjelang malam dan sepertinya akan turun hujan, kami memutuskan untuk segera pulang. Kali ini kami pakai bus menuju ke Gurney Drive, suatu kawasan di pinggir pantai yang terkenal dengan pusat makanan dan jajanan nya.

Karena jalan-2 di penang kebanyakan hanya satu arah, bus yang kami tumpangi tidak berhenti tepat di Gurney, jadi kami harus berjalan beberapa ratus meter untuk mencapai kawasan tsb. Tp gpp, karena kami banyak menemukan hal-2 baru saat kami berjalan, seperti, tiba-2 kami ingin berhenti disebuah lorong karena melihat ada yg menjual makanan di gerobak, sepertinya nasi lemak. Kami pun tanpa ragu menjajal makanan jalan tsb, rasanya..hm diluar dugaan enak sekali, pantes saja banyak orang berjajar di depan gerobak makanan tsb. Dan yg bikin kami kaget adalah harganya, saya berdua suami (dengan porsi yg besar) dan karena rasanya yang enak kami pun membungkus pula untuk dimakan di hotel bila tiba-2 lapar, plus 2 gelas besar teh tarik, kami hanya membayar RM12 (34rb an). Sama dengan yang kami bayar di bila makan di bandung. Sungguh perjalananan yang menyenangkan…..

Setelah itu kami berjalan menyusuri kawasan gurney sambil menikmati sore menjelang malam dipenang. Acara jalan-2 kami terhenti karena hujan tiba-2 turun dengan sangat deras dan untung kami menemukan Gurney Plaza di depan kami, sehingga acara kami lanjutkan dengan berjalan-2 di mall.

Gurney Plaza merupakan salah satu mall terbesar di penang. Di Mall tersebut terdapat beberapa outlet seperti Vinnci, Bodyshop, Fossil, Bristish India, dll. Setelah lelah berkeliling mall kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Sebetulnya jarak dari Gurney Plaza ke Tune Hotel tidak begitu jauh, tp karena hari sudah malam dan ditambah hujan yang masih turun dengan lebatnya, maka dengan sangat terpaksa kami pun kembali menggunakan taxi untuk kembali ke hotel. Harga yang harus kami bayar adalah RM15, cukup mahal juga, tp sudahlah…..

Tiba di hotel, kami mandi, setelah itu menyusun rencana untuk perjalanan kami besok sebelum kami ke kualalumpur sore harinya.


 

7 responses »

  1. kebetulan sy px rcn ke penag dg airasia dr kl k penang tp bingung dg plan ato lewat darat? setlh membaca perjalanan mbak wow……..asyik jg kykx perjln via darat lbh bagus, ttp mbak nga memberitahu naik bus dr kl stasiun apa? hrgx brapa dr kl k png dan sebalikx? di penang dg stasium apa, hrg jg Brapa?, sbelumx thanks infonya…………

    • Hi delfi,
      Untuk harga tket bus ekonomi +/- RM31, executive nya +/- RM53, lama perjalanan sekitar 6-7 jam. untuk stat yg menuju penang silahkan browse lagi, sy lupa pastinya apakah di puduraya atau KL sentral.
      Di penang, bus akan berhenti di sungai nibong (kl ga salah itu terminal baru, yg sebelumnya di komtar). Sungai nibong berada di antara simpang jembatan penang dan bandara bayan lepas.
      Sekali lagi, krn sy tdk memakai moda ini, lebih baik delfi browsing untuk lebih jelas dan detail. yg saya sebutkan diatas hanya sekedar info. tks ya

  2. klo dr penang ke kl hrg bus sm ya dgn kl-penang? o..iya klo perjalanannya via katanya kita akan melewati sebuah jembatan yg cantik, apa itu benar ya?????

  3. saya dalam waktu dekat mau jjl juga nih ke Penang dan KL. di Penang selain Batu Ferigghi, Gurney Drive dan Gurney plaza, tempat2 yang menarik apa lagi ya. u/orang asing apakah aman berjalan terutama dimalam hari, masyarakat disana ramah ngak?

    • hi salwati,

      selain yg di sebut diatas, coba deh ke city hall, penang hill, kek lok si temple, semuanya bagus-2.
      setelah jam 09. malam saya jarang klr hotel. jadi tidak tau kondisi malam hari,
      slmt jalan-2

      • Anda berapa hari di Penang dan berapa hari di KL, kalau di KL hotelnya apa? berapa biaya permalam?

  4. hi,
    kl untuk travel saya kurang tahu, krn kebanyakan orang-2 menggunakan bus untuk perjalanan darat (+/- 4-5jam perjalanan).
    sebetulnya pakai bus atw plane bila dihitung waktu tdk jauh berbeda. krn bila menggunakan pesawat, kita akan sampai di LCCT dan bila akan ke pusat kota memakan waktu sekitar 1 jam, blm waktu yg diperlukan untuk menunggu di airport (saat cek in, boarding dll).
    Bila kita menggunakan bus, mmg waktu tempuh ckp lama, tp kita akan sampai diterminal yg jaraknya ckp dekat dengan pusat kota.
    jadi saran saya kl mau jalan darat, moda trans dgn bus pun bisa di coba. selain jalanan yg cukup bagus (sepanjang penang-KL) fasilitas dlm bus pun banyak yg bagus jg.
    trm kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s