Kuala Lumpur (2)

Day-2, PENANG – KUL

Pagi-2 kami sudah bangun dan bersiap untuk jalan-2 lagi. Karena waktu check out  di Tune hotel adalah jam 10.00 pagi, maka kami memutuskan untuk sekalian check out dan menitipkan koper di receptionist dengan biaya sewa RM2. Jadi kami bisa jalan-2 tanpa banyak membawa koper.

Perjalanan dimulai dengan mencari sarapan di sekitar hotel. Beruntung hotel kami cukup dekat jaraknya dengan lorong selamat, dimana ada penjual kwee tiau yg terkenal itu. Kami pun mencoba sarapan disana. Saya memesan kwee tiau dan kopi putih khas penang. Suasana pagi di penang sangat khas sekali. Orang-2 sarapan di pinggir jalan sambil minun kopi diantara bangunan-2 tua, sungguh suasana yang tidak ada duanya. Hmm..pagi yang indah. Harga makanan yg harus dibayar tidak lebih dari RM9.

Setelah selesai sarapan kami menuju komtar. Komtar adalah bangunan tertinggi di penang. Disebelahnya ada terminal bus juga dan pertokoan. Rencana awal kami akan naik bus menuju beberapa tempat yg sdh kami kelompokkan untuk menghemat waktu. Tp setelah bertanya-2, naik bus akan memakan waktu yang tidak sedikit dan agak kurang efisien untuk kami yang baru pertama kali berkunjung ke penang. Kebetulan kami bertemu dengan sopir taxi, yang menurut kami cukup baik, ramah dan tidak komersil yg mau mengantar kami selama 4 jam dan diantar ke airport juga dengan harga RM100. Mahal? Tidak juga, karena kami diantar ke berbagai spot menarik yg kalau kami jalan sendiri belum tentu ketemu tempatnya.

Pertama kami menuju ke Fort Cornwallis, di tempat inilah Kapten Francis Light pertama kali mendarat di Pulau Penang. Kawasan disekitar tepi laut yg juga berdekatan dengan city hall, Town Hall, Esplanade dan bangunan-2 tua yg dilestarikan, tak heran kalau penang dikenal  sebagai salah satu kota warisan budaya dunia dari UNESCO. Arsitektur pada masa kolonial sangat terasa saat memandang bangunan-2 tsb.

Beranjak dari city hall, kami melanjutkan eksplorasi penang menuju ke kuil buddha, Wat Chayamangkalaram, dimana terdapat patung Buddha yang sedang berbaring sepanjang 33m dan berlapis emas. Dan disebrangnya ada Kuil india/Burma, namanya Dharmikarama Burmese Temple.  Ditengah jalan kami mampir sebentar ke hotel untuk mengambil barang yg kami titipkan tadi agar nanti kami bisa langsung menuju bandara.

Setelah selesai dari kuil tsb, sopir taxi menunjukan tempat membeli oleh-2 coklat khas penang. Semula kami malas pergi kesana, karena kami pikir, kami masih akan meneruskan perjalanan ke kualalumpur dan akan sangat merepotkan seandainya kami membeli oleh-2 dari penang. Tapi karena sopir taxi menyakinkan kami kalau coklat di tempat ini berbeda, maka kamipun setuju untuk ke tempat tsb, namanya the chocolate boutique. Sesuai namanya, butik coklat ini menjual berbagai macam rasa dan bentuk coklat yg harganya lumayan mahal. Didalam toko disediakan tester untuk mencicipi coklat yang akan dibeli. Setelah pilih-2, saya hanya membeli 1 pak tiramisu white coffee, seharga RM23. Belakangan saya agak menyesal, kenapa hanya membeli 1 pak, karena ternyata kopi tersebut memang benar-2 enak. Untung di bandung ada juga toko yang menjual kopi khas penang yg harganya tidak berbeda jauh, sehingga saya masih bisa menikmati kopi enak tsb, … J

Setelah itu sopir taxi membawa kami naik ke dataran yg lebih tinggi, tapi bukan Penang Hill, yaitu Kek Lok Si Temple, Jalan menuju kesana cukup menanjak, ga terbayang bila kami harus jalan sendiri tanpa ada guide sopir taxi tsb. Jadi biarpun harus membayar agak mahal untuk sewa taxi tapi kami bisa mengunjungi tempat tersebut. Dari Temple tsb kita bisa melihat pemandangan kota penang dari ketinggian. Bagus deh…

Kami tidak sempat ke Penang Hills karena keterbatasan waktu. Kami akan kembali ke Kualalumpur dengan pesawat jam 14.55 waktu setempat jadi kami harus segera mengakhiri melihat-2 kota penang. Sambil jalan menuju ke bandara, kami sempatkan untuk makan asam laksa, makanan khas penang, yang rasanya pedas, segar, enak pokoknya. Makan berdua suami, kami membayar RM14 plus minum. Sopir taxi saat kami tawari makan menolak dengan halus, karenapada hari itu (jumat) dia sedang berpantang daging. Sebagai gantinya, kami memberikan tip RM10, untuk uang makannya nanti.

Jam 13.00 kami tiba kembali di bandara lepas bayan, menunggu saat boarding untuk melanjutkan jalan-2 kami ke kualalumpur.

Terima kasih penang, untuk makanan yg enak-2, murah, kota yg kecil tapi menyenangjkan. Semoga suatu saat kami bisa kembali jalan-2 ke penang…

 

KUALA LUMPUR

Setelah menempuh perjalanan selama 45menit, kembali kami mendarat di LCCT. Tujuan kami selanjutnya adalah daerah Bukit Bintang, tempat kami menginap tepatnya di Jl. Alor, satu ruas setelah jalan bukit bintang. Jangan lupa ambil brosur dan peta kualalumpur di bandara, karena di tempat lain agak susah mendapatkannya.

Dari LCCT kami membeli kupon bus menuju ke KL Sentral sebesar RM9/orang. Bandingan dengan ongkos taxi yang bisa sampai RM90 dengan tujuan yang sama. KL Sentral adalah semacam stasiun pusat dimana kita bisa berganti moda transportasi untuk berbagai tujuan di KL. Perjalanan menuju KL Sentral ditempuh selama 1 jam. Keluar dari LCCT, kami disuguhi pemandangan perkebunan kelapa sawit di kedua sisi jalan.

Sampai di KL Sentral waktu sudah menunjukkan jam 17.00. Dari KL Sentral ke bukit bintang bisa memakai monorail. Tapi kita harus keluar dulu dari stasiun KL sentral dan berjalan menuju stasiun monorail. Pada saat itu KL Sentral sedang ada renovasi sehingga jalan menuju stasiun monorail harus memutar dulu dan cukup jauh juga. Seperti biasa, untuk menghemat waktu dan tenaga, kami memutuskan untuk memakai taxi dengan membeli kupon taxi di bagian atas KL sentral (Pintu utama). Dari KL Sentral ke bukit bintang kami harus membayar RM13. Saat itu kami kebagian sopir baru, jadi dia belum terlalu hapal jalanan disekitar bukit bintang, jadi dia tidak tahu pasti letak hotel tempat kami menginap yaitu NOVA HOTEL. Setelah berputar beberapa kali, akhirnya kami bisa sampai di depan Hotel nova. Hotelnya lumayan bersih, Cuma daerahnya memang agak crowded dan kalau malam hari termasuk kawasan RED District gitu deh…jadi saya agak-2 malas kl keluar pada saat malam, riskan. Lain kali kalau ke kualalumpur lagi, mungkin saya akan mencari daerah lain yg agak tenang.

Selain terlalu ramai, jalan di depan hotel terkenal dengan pusat makanan pada malam hari, jadi bisa dibayangkan suasananya seperti apa. Memang sih, kalau kita cari makanan bisa lebih gampang tapi tetap saja kita harus berhati-2, karena ada beberapa makanan yg tidak boleh kami konsumsi.

Proses check in selesai, kami beristirahat sebentar, dilanjutkan jalan sekitar bukit bintang. Bukit bintang adalah satu ruas jalan yang dpenuhi oleh berbagai mall, jadi bisa dikatakan semacam shopping belt-nya kualalumpur. Kawasan ini memang sangat terkenal. Sebut saja beberapa mall yang terkenal seperti Pavilion, Lot 10, Sungai wang, BB Plaza dll. Bila malam minggu tiba, di salah sudut bukit bintang sering ada atraksi-2 khusus, yang cukup menghibur. Di depan Pavilion kami sempat berfoto didepan air mancur yang bisa berubah-2 warna, lumayan buat kenang-2an. Setelah capai berkeliling, kami berkesempatan mencoba makanan di sepanjang jalan alor, depan hotel kami. Karena keterbatasan pilihan, akhirnya kami makan kwetiau goreng dan nasi goreng kampong. Menu standar. Pelayan rumah makan tsb adalah orang medan yang sudah merantau belasan tahun. Jadi tidak salah, kalau TKI di Malaysia bukan jumlah yang sedikit. Menurut cerita orang-2 yang kami temui, jumlah TKI yg ada di malaysia itu sangatlah banyak, yg tercatat saja hampir 2000 orang, belum yg ilegalnya. Jadi jangan heran kalau selama di Malaysia kami banyak bertemu dengan penjual atau pelayan restoran dari Indonesia juga, hehe….

Setelah makan, kami kembali ke hotel. Selain badan sudah capai, kaki pegal dan badan yg sdh lengket karena berkeringat, kami mau mengumpulkan tenaga untuk besok hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s