Jalan jalan ke bangkok (2)

Day-2

Bangun pagi, kami diberi cuaca yang kurang bagus. Langit mendung dan sedikit gerimis. Rencana kami hari ini adalah mengunjungi grand palace dan sekitarnya. Mudah-2an cuaca berubah cerah.

Diawali dengan sarapan nasi campur ala thai yg kami beli di pasar banglampho. Pasarnya ga jauh dari rambuttri. Walaupun namanya pasar,  tp kondisinya bersih, sampahnya teratur . Yang jual makanan pun banyak macamnya, dari susu kedelai, jajan pasar, roti, goreng pisang, buah-2an, minuman dan segala macam masakan matang.

Hari ini kami membeli 2 porsi nasi, 1 ikan goreng, yg ga tau namanya apa, sambal, dan sayur yg mirip kayak sayur asem tp bumbu thai, ada pedes nya. Ada juga yg jual ayam goreng tp saya ga beli, soalnya potongan ayamnya besar-2, serem juga makannya…

Hati-2 untuk yg muslim, harus rajin bertanya kalau yg di beli itu tidak mengandung pork. Walaupun kadang orang yg ditanya juga ga mengerti. Kalau ragu-2 lebih baik cari makanan lain.

Ada satu pemandangan yg menarik , dipasar itu ada beberapa penjual yg menjual makanan paket, jadi nasi + sayur + minum + kue2 dijual menjadi satu.   Saya pikir cukup praktis nih. Tapi setelah beberapa lama saya perhatikan ternyata makanan-2 tsb dijual bukan untuk kita makan, tapi untuk diberikan kepada biksu-2 yang tiap pagi berkeliling untuk menerima sumbangan dari umatnya. Biksu-2 itu berkeliling sambil membawa tempat  seperti panci  (atau apa lah istilahnya…) yang nanti nya akan diisi oleh pemberian-2 tsb. Dan cukup banyak juga umat yg memberikan sumbangan makanan tsb.  Pemandangan yang luar biasa.

Disini lah kelebihan kalau kita traveling sendiri tanpa jasa tour. Kita bisa berinteraksi langsung, melihat sendiri bagaimana penduduk setempat beraktifitas. Pengalaman itu ga akan bisa didapatkan bila kita mengikuti jalan-2 bersama rombongan travel. Makan pagi pasti sudah disediakan pihak hotel dan kita tinggal duduk manis sambil makan.

Selesai sarapan kami segera kembali ke hotel, siap-2 untuk ke grand palace. Berbekal peta yang kami ambil di bandara kemarin, kami akan memulai perjalanan hari pertama kami.

Karena ini hari pertama dan udara juga tidak cukup mendukung, perjalanan hari ini agak-2  tersendat. Beberapa orang bahkan dengan keukeuh memberi tahu bahwa  grand palace baru akan di buka setelah jam 14.00. setelah beberapa lama, akhirnya kami dapat tuk-2 yg mau membawa kami ke grand palace. Agak mahal sih ongkosnya, THB40, tp hanya dia yang ga bilang kl grand palace tutup. Dan ternyata memang benar, komplek kediaman raja tsb sudah buka seperti biasa. Di pintu masuk sudah banyak rombongan turis beserta guide nya.

 

Kami segera menuju loket untuk membeli tiket masuk sebesar THB 350/orang. Cukup mahal tp sangat sesuai dengan apa yg akan kami lihat didalam. Tiket tsb juga bisa untuk tiket masuk ke vimanmek mansion (lokasi terpisah, dan ga sempat kami datangi) juga coin museum yg berada satu komplek dengan grand palace.

Hujan rintik-2 mengiringi kami saat memasuki komplek grand palace. Tapi kami tetap semangat karena melihat banyak bangunan-2 indah disana. Buat yg hobi foto atau difoto, pasti akan senang karena banyaknya sudut-2 menarik.  Sayang, kami tidak bisa melihat emerald Buddha, karena tempatnya sedang di tutup.

Tanpa terasa, kami menghabiskan waktu hampir 3 jam di dalam komplek tersebut. Hujan masih mengiringi saat kami keluar dari grand palace. Dan karena cuaca tsb, beberapa rencana banyak yg berubah. Keluar dari grand palace kami berjalan kaki menuju sungai chao phraya, tujuan kami adalah Wat Arun yang berada di sebrang sungai tsb. Tiket untuk menyebrang ke wat arun adalah THB3 dan tiket masuk ke kompleks wat arun adalah THB50. Wat arun yg juga dikenal sebagai temple of dawn adalah candi yang mirip seperti candi prambanan tetapi dindingnya terbuat dari porselen. Bagus buat difoto. Sayang, saat itu cuaca sangat tdk memungkinkan kami untuk berlama-2 disana. Hujan gerimis tiada henti dan membuat anak-2 tangga menuju ke candi menjadi sangat licin.

Keluar dari wat arun, kami kembali menyebrang sungai untuk melanjutkan perjalanan. Kali ini kami akan mencoba transportasi sungai. Kami akan naik boat menuju ke pusat kota,  tujuan kami adalah platinum mall yang berada di daerah ratchaprasong. Dari wat arun kami meunju ke central pier (tiket THB25/org). Central pier merupkan dermaga yg tersambung dengan BTS saphan taksin. Sebetulnya, ini bukan rute yg benar, bila kita akan ke platinum. Ini adalah rute coba-2 saja, karena kami ingin merasakan naik boat di sungai terpanjang di thailand ini. Dikiri kanan sungai ternyata banyak hotel-2 mewah, yang mempunyai dermaga sendiri. Dan saya juga melihat kapal-2 yg disulap menjadi tempat makan. Sepertinya disiapkan untuk Dinner, krn katanya bersantap malam di pinggir sungai phraya sangatlah romantis…ahhh…

 

Dari central pier kami berjalan menuju BTS saphan taksin. Saat itu Angin berhembus sangat kencang, membuat kami ga nyaman berjalan-2. Akhirnya kami berhenti di BTS siam. Maksudnya adalah agar kami bisa berjalan-2 di mall saja, mengingat cuaca yang kurang bersahabat, sekalian mencari makan siang. Makan siang kali ini sangat biasa, standard food court, karena sdh terlanjur lapar, jadi makan ditempat yg mudah aja. Makan std tp harganya cukup mahal, kami habis sekitar THB300…ihh nyesel deh, abis makanannya gitu-2 aja.. tp ya sdh lah mau gimana lagi.

Selesai makan kami berjalan jalan di mal sekitar siam, yaitu siam center, siam square dan siam paragon. Semua mal tsb terhubung satu dengan lainnya, jadi kami tdk perlu keluar masuk untuk melihat mal-2 tsb. Tidak lupa kami melihat mal  yg  katanya favorit turis dari Indonesia, yaitu MBK. Mal nya biasa aja, cukup byk yg dijual termasuk oleh-2 khas Bangkok.

Sorenya kami bermaksud mengunjungi suan lum night market. Beberapa sopir tuk-2 bilang kalau suan lum sudah tidak ditutup, kami tidak percaya begitu saja, maklum info dari sopir tuktuk tidak bisa dipercaya. Tapi setelah kami bertanya Tanya ke beberapa orang yg kami anggap bisa dipercaya, ternyata suan lum memang sudah di tutup  karena akan di relokasi ke tempat lain. Wah… rencana berubah lagi.

Dari MBK kami menuju ke platinum. Mau naik taxi tapi kondisi jalan cukup macet, akhirnya kami coba-2 naik tuktuk kembali. Dan kejadian lah, kami dikerjain sopir tuktuk. Awalnya sopir tuktuk bilang THB20 dari MBK ke platinum, wah murah juga nih pikir kami. Naiklah kami ke dalam tuktuk, ditengah jalan sopir tuktuk nyerocos dengan bahasa inggris logat thai yg intinya kami akan diatar ke platinum tapi dia minta tolong kami agar bisa mampir di toko cenderamata yg ga jelas agar dia mendapatkan kupon untuk bensin. Sudah jelas, kami menolak. Tapi dia tetep membelokan tuktuknya ke toko yang dia maksud. Kami turun sebentar, setelah itu kami ganti yg maksa dia agar segera mengantar kami ke platinum. Karena saya agak kesal, jd saya juga nyerocos aja pakai bahasa sendiri. Akhirnya si sopir mengalah dan segera mengantar kami ke platinum.

Platinum mall adalah mall fashion yg cukup besar. Bagi pengemar baju-2 fashion pasti seneng deh ke tempat ini. Apalagi kalau mau beli banyak, karena platinum adalah mall grosiran yg bila beli banyak akan dapet diskon lagi. Saya melihat ada beberapa orang Indonesia yg sedang kulakan disana. He..he.. ga berasa di luar negri jadinya…

Karena saya bukan penggemar baju-2 trendi, maka saya beralih ke gedung sebelah, yg isinya tas, sepatu dll. Tapi sayang, saya tidak menemukan apa-2 disini. Hanya beli 2 tas untuk oleh-2 anak di rumah saja.

Keluar dari platinum kami jalan menuju baiyoke. Ingin melihat hotel teringgi di Bangkok. Tapi angin yg kencang menyurutkan niat kami untuk berjalan-2 ditambah perasaan kangen dan ingat sama anak-2 di rumah membuat kami agak malas untuk menghabiskan malam di jalan, kami ingin segera kembali ke hotel. Maka acara jalan-2 pun batal, kami pulang ke hotel pakai taxi yg sangat kemahalan, yaitu THB200, padahal kalau pakai argo ga sampai THB100. Ya sudahlah…

Sebelum kembali ke hotel, kami  menyempatkan untuk makan malam di kawasan khoasan. Seperti biasa malam hari di khaosan terasa sangat hidup. Penjual makanan, minuman, buah-2an, pijat a la thai, music, café dll menjadi satu. Kali ini kami menemukan makanan semacam mie baso, dimana penjualnya adalah muslim, jadi kami pastikan makanan ini halal.

Selesai makan, kami segera pulang ke hotel, ingin segera beristirahat, karena besok akan ke pattaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s