Jawa – Bali (lebaran 2011), hari ke-4

Hari ke-4

Ini adalah hari puasa terakhir. Ludfi masih menjalankan ibadah puasanya. Tanggung tinggal 1 hari lagi katanya. Tapi belakangan kami dapat berita bahwa penetapan hari raya idul fitri dari pemerintah masih menunggu sidang isbat dan ada kemungkinan lebaran tahun ini akan jatuh di hari rabu, bukan hari selasa seperti yang sudah tercantum di kalender. Kami segera mencari info yang lainnya. Ternyata di arab Saudi dan Malaysia, mereka merayakan hari lebaran pada hari selasa, sehingga saya dan ludfi pun memutuskan untuk ikut lebaran pada hari selasa saja.

Rencana hari ini adalah bali timur menuju ke pura besakih. Walaupun sudah berbekal peta, tetap saja perjalanan menuju pura di selingi salah arah. Suatu hal yang wajar. Menjadi tidak wajar karena pada saat itu sang sopir, ludfi yang notabene suami saya sedang menjalankan ibadah puasa. Dalam keadaan lapar haus dan lelah, menjaga emosi agar tetap tenang adalah hal yang sangat sulit. Begitupun ludfi. Sedikit saja kesal, emosi nya langsung naik. Saya yg jadi asisten sopir lah yang bertugas menjaga agar tidak terbawa suasana. Inilah pelajaran yang saya dapatkan dari perjalanan seperti ini. Mengatur emosi kita, belajar sabar pada saat lelah dan semakin mengenal karakter suami. Sesuatu yang berharga saya kira.

Jam 11.00 kami sampai di pura besakih. Di pintu masuk kami membeli tiket sebesar 10 ribu perorang plus parkir/kendaraan 5rb. Dari informasi yang say abaca, untuk menuju ke pura sebaiknya kita memarkir kendaraan kita di pintu samping pura karena bila kita parkir kendaraan kita di tempat lain, kita harus berjalan cukup jauh untuk sampai ke pura atau bisa juga menggunakan ojek. Disini lah mulai timbul permasalahan. Kami tidak menemukan pintu samping tersebut atau tepatnya tidak tahu. Bertanya pada orang-2 di sekitar situpun tidak akan diberitahu, jawaban mereka pada saat saya tanyakan dimana letak pintu samping tersebut adalah, tidak ada atau pintu samping itu hanya untuk orang-2 yang akan bersembahyang ke pura, Bukan untuk umum. Ya sudahlah, akhirnya kamipun parkir di tempat kendaraan umumnya. Karena harus berjalan cukup jauh ke atas pura, kami memutuskan untuk memakai ojeg. Masalah keduapun timbul. Ojeg di sekitar pura sudah dikelola sedemikian rupa oleh petugas-2 disana, begitupun harganya.  kami harus membayar 15rb per motor, karena kami bertiga dewasa dan 1 anak, maka kami menyewa 2 motor. Sebelum naik ke motor, kami diarahkan untuk menemui seoarang petugas di tempat semacam pos. disana kami di beritahu tata tertib masuk ke pura dll. Ujung-ujungnya kami di himbau untuk memberikan sumbangan sukarela, karena mereka tidak dapat gaji. Pendapatan mereka hanya bergantung dari sumbangan sukarela tsb. Agak kesel juga sih, tapi ga mungkin kan saya marah-2. Pada saat Tanya berapa nominal yang diberikan orang lain, saya ditunjukan daftar yang berisi nama-2 wisatawan asing, yang memberikan sumbangan cukup besar. Tidak mau terpancing, saya berikan saja sumbangan sewajarnya. Setelah itu mereka mengantar kami sampai ke pura. Disana mereka menjelaskan tentang sejarah pura dll.

       

 

 

 

 

 

 

Tidak lama kami pura, kami pun segera turun kembali. Pada saat akan menyerahkan motor, petugas yang mengantar (guide) kami, meminta lagi pada kami untuk memberikan tip untuknya dengan alasan yang sama, mereka tidak digaji. Hal seperti ini kan tidak mungkin di tolak, dengan setengah hati saya pun memberikannya lagi. Halah…. Kok seperti ini sih….?? Sedih banget liat keadaan seperti ini, bukannya tidak mau memberikan uang (tip/sumbangan) untuk mereka, tapi caranya itu yang saya kurang setuju. Maaf bukannya mau membandingkan, pada saat saya berkesempatan mengunjungi royal palace di Bangkok, ataupun wat-wat yang lainnya, rasanya tidak seperti itu. Kami hanya membayar tiket masuk yang sudah ditentukan, tidak ada pungutan apa-2 lagi.

Keluar dari parkiran, kami lihat ada arah menuju danau batur. Kami pun mengikuti arah tsb, dan tenyata saya menemukan pintu samping masuk ke pura. Disitu banyak juga mobil yang parkir… wah.. ternyata kami salah masuk… Ya sudahlah, namanya juga lagi liburan. Kalau di bawa kesal malah rugi sendiri. Ludfi yg terlihat sudah agak kesal, saya diamkan saja, lagian ludfi sedang puasa, dengan perut yang lapar emosi sangat mudah tersulut. Perjalanan ke danau batur pun kami lalui dengan diam sambil melihat pemandangan yang cukup bagus di sekelilingnya. Tapi kami tidak jadi masuk sampai ke danau baturnya, karena  ludfi sudah terlihat lelah, jadi kami memutuskan untuk kembali saja, kasian kalau dipaksakan. Tapi ternyata tidak jauh dari situ kami melihat pintu masuk pura tirta empul, jadi kita masuk dulu kesana. Dengan tiket sebesar 15rb/orang. Kali ini tidak ada tambahan biaya sumbangan ataupun tip. Dari tirta empul ini kita bisa melihat halaman istana tampak siring. Sayang, sekarang kita tidak bisa masuk ke dalamnya.

   

 

 

Kami tidak lama di sini, hari sudah semakin sore, kami harus segera kembali ke denpasar karena ludfi ingin berbuka puasa di ikan bakar mak beng di sanur. Tetapi kami belum beruntung. Jam 16.00 semua makanan di warung mak beng sudah ludes tidak bersisa apapun. Akhirnya kita memutuskan untuk makan di nasi pedas lagi. Sebelumnya kita sempatkan untuk duduk-2 di pantai sanur sambil membeli semacam gorengan yang  banyak dijajakan di tepi pantai dan sholat di mesjid dekat sanur, sambil mencari informasi jadwal sholat ied besok (atau lusa?)  Perjalanan dari sanur ke kuta ternyata tidak selancar yang kami kira. Seperti biasa jalan menuju kuta macet. Untung kami sudah bekal gorengan yang di beli di sanur jadi begitu azan magrib tiba, udfi bisa membatalkan puasanya di mobil. Kali ini kami mencoba nasi pedas ibu andhika. Memang lebih enak dibanding nasi pedas yang kemarin, lauknya pun lebih banyak variasinya. Habis makan kita kembali ke hotel itupun memakan waktu yang cukup lama juga, pokoknya begitu sampai kamar hotel, beres-2, mandi udah deh..ga pengen kemana-2 lagi…capek…tp seneng….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s