Cerita Lebaran 2012….. (2)

Day-2

Hari ini adalah hari terakhir puasa. Pagi-2 ludfi bangun untuk sahur di restoran hotel. Saya mengakhiri bulan ramadhan dengan tidak berpuasa, karena masih sakit. Pagi-pagi acaranya adalh mengantar raza berenang dan main air, sarapan.

Jam 09.00 kami keluar, rencana mau ke keraton solo. Walaupun raza belum mengerti, tetap harus dikenalkan dengan budaya nya. Dengan tiket masuk Rp. 33.500,- (3 org + tiket untuk kamera) kami bisa mengelilingi komplek keraton yang dikhususkan untuk pengunjung. Seperti nya sekarang hanya sebagian kecil saja yang bisa dimasuki oleh pengunjung umum. Tapi lumayan lah, karena kami didampingi juga oleh pemandu yang menjelaskan tentang sejarah keraton. Nambah lagi nih ilmu tentang sejarah….

 

 

 

 

selesai melihat-2 keraton, kami beristirahat sambil minum es dawet yang banyak berjualan disekitar keraton. Segera banget, apalagi cuaca di solo cukup panas. Setelah itu kami meneruskan jalan-2 ke pasar klewer yang masih berada di sekitar keraton. Pasar klewer merupakan sentra batik di solo. Tapi karena banyaknya, saya sampai pusing sendiri memilih batik mana yang akan di beli. Akhirnya, tidak ada satupun batik yang saya beli. Tapi tadi di toko cenderamata di dalam komplek keraton saya menemukan batik yang menurut saya bagus dan harganya juga tidak terlalu mahal hanya rp. 100.000,-, warnanya hitam, seperti ini

capek keliling pasar klewer, akhirnya kami  memutuskan untuk pulang dulu saja ke hotel. Apalagi cuaca semakin panas dan ludfi masih berpuasa. Tapi seperti biasa, diperjalanan, kami mampir dulu di toko oleh-oleh mesran. Katanya sih lebih murah dari orion. Yang di beli apalagi kalau bukan abon. Tapi ternyata ludfi masih penasaran dengan toko orion, akhirnya kita mampir pula toko mandarin orion di jalan urip sumoharjo. Ternyata memang harga abonnya lebih mahal dari pada mesran. Tapi kue mandarin special kismisnya tetap dibawa sebagai oleh-oleh dongggg,,,,, J

beres urusan oleh-oleh, waktunya cari makanan untuk buka puasa, pilihan tetap jatuh ke timlo solo, depan beteng trade center dan gudeg ibu mary. Kami sengaja akan buka puasa dulu di hotel, agar nanti tidak terlalu terburu-buru. Masalah nanti kalau keluar kami jajan lagi itu soal lain.

Jam 19.00an kami keluar hotel. Mau menikmati malam takbiran di solo. Malam takbiran kali ini jatuh pada malam minggu, jadi suasanan nya cukup ramai. Kami menuju ke kawasan pasar malam ngarsopura di jl. Diponegoro. Katanya setiap malam minggu kawasan ini menjadi pasar malam. Seperti saat kami berkunjung saat itu, banyak penjual menggelar barang dagangannya. Dari mulai makanan, mainan, souvenir khas solo, batik dan banyak lagi. Di tengah-2 pasar malam, ada semacam lapangan, disitu ditampilkan kesenian daerah. Penonton bisa menyaksikan pertunjukan sambil lesehan. Saya dapat batik dengan pewarna alam warna coklat. Waktu saya lihat di paragon mall harganya paling murah 250rb, di ngarsopuro saya bisa dapat batik tersebut dengan harga 170rb saja.

Puas berkeliling, kami lesehan sambil jajan sate, wedang ronde, kerupuk rambat dll. Walaupun anginnya bertiup cukup kencang, tapi suasana yang hangat membuat kami betah menikmati suasana yang berbeda. Akhirnya jam 21.00 kami pulang kembali ke hotel untuk beristirahat dan siap-siap untuk besok bisa sholat ied.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s